Tuesday, March 18, 2014

Di Umur 22 Tahun belum tentu bisa Mandiri

Di Umur 22 tahun belum tentu bisa Mandiri


"Mulai sekarang kamu Tidak dapat uang saku lagi ya. Kamu harus cari sendiri, kan sudah lulus kuliah "

Ucapan mamaku itu membuat lantai tempatku berpijak terasa membelah dan siap menerkam tubuhku serta menguburku hidup-hidup. Usiaku baru menjelang 22 tahun, ketika aku lulus kuliah dari S1 Fakultas Adab & Humaniora, Alauddin Makassar. tapi sebelumnya Aku sudah belajar mandiri sejak kuliah di tempat yang jauh dari orang tua, harus kos, dan cari makan sendiri. Tapi, sekarang mandiri dalam arti sebenarnya, tanpa sokongan orang tua lagi? *gubrak tepok jidat*.

Ancaman mamaku itu serius. Aku benar-benar tak mendapatkan sepeser uang pun untuk jajan, biaya transportasi, dan sebagainya. Yang gratis hanya biaya makan dan menginap di rumah orang tuaku. Syukurlah, kedua biaya itu tidak harus kubayar. Aku harus putar otak agar bisa segera mendapatkan pekerjaan. Untunglah saat kuliah, aku sudah sering mendapatkan uang sendiri bisa dibilang punya keahlian repair kompi.

Nah, sekarang coba sobat berpikir di umur yang bisa dikatakan masih mudah beranjak umur 22 tahun, Aku sempat bekerja magang di sebuah perusahan yang tidak begitu terkenal juga tapi alhamdulillah gajinya bisa bikin perut jadi kenyang .

Kemudian, aku mengirimkan berbagai lamaran pekerjaan ke semua lapangan pekerjaan yang kira-kira cocok untukku. Meskipun aku lulusan IP, aku mencoba mengirim lamaran ke Bank-Bank. jiyakkk.. rupanya bukan jodohku bekerja di Perbankan, tapi kuucapkan hamdalah karena tak perlu berhubungan dengan angka-angka. Aku sudah menyadari passionku di bidang berbau IT makanya aku mencoba ngirim lamaran ke TELKOM tapi ternyata hasilnya nihil karena Program Studi IP bukan IT, nasib-nasib aku sendiri berbakat di IT tapi kenapa mesti harus bergejolak ama IP.. yaa Harus bagaimana lagi.

Di situ, kesabaranku benar-benar diuji. Ada kurang lebih empat bulan aku menganggur. Saat itu rasanya lamaaa sekali. Iya, lama, karena aku sudah tak mendapatkan uang jajan dari orang tuaku. Salah sendiri ya lulus cepat-cepat, … soalnya kakak-kakakku lulusnya lama-lama, usia 25 tahun baru lulus, dan mereka masih mendapatkan recehan dari Orang tua. Jadi kalau mau dibandingkan sama kakak, bawaannya pasti ngiri. Tentu saja lebih baik lulus cepat, jadi bisa cepat kerja.




Alhamdulillah, sekarang ini proses lanjut S2 Program Studi konstentrasi Ilmu Perpustakaan dan Nunggu panggilan kerja dari Pak bos :v


Komentar Agan..!!

Silahkan Sobat Berkomentar atau Saran dan Kritik Silahkan sampaikan disini, Harap no spam, and no link. komentar akan dimoderasi dulu sebelum di tampilkan. semua komentar akan aproved, kecuali komentar yg masuk SPAM dan Komentar Kasar dan SARA. dan Terimakasih atas Kunjungan Sobat..

1 Responses:

aisiah bintiaisiah said... Reply

Saya juga mengalami hal yang sama gan. Usia 22 tahun.dan sudah nganggur 5 bulan belakangan ini. Nunggu panggilan kerja tapi belum dihubungi juga. Kemarin coba daftar s2 belum diterima gan. #curcol..